Kominfo Tegaskan Tentang Berita Pemblokiran 10 Game adalah Hoaks

Diawal tahun ini kalangan gamer dibuat gelisah dengan kabar pemblokiran sejumlah gim mobile populer karena alasan konten kekerasan bisa berdampak buruk bagi anak-anak muda yang di bawah umur.

Kabar tersebut timbul setelah beredar selebaran poster dengan cap Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) sebagai legitimasi kebenarannya.

Kominfo langsung bergerak cepat dan meredakan keresahan gamer, serta dengan tegas menyatakan bahwa pihak mereka tidak pernah mengeluarkan pembatasan ataupun pemblokiran gim sebagaimana yang tertera dalam gambar infografis. Meniti Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo,Ferdinandus Setu, Kominfo membantah telah mengeluarkan selebaran tersebut.

“Ada sekitar 10 nama permainan elektronik yang disebutkan. Kementerian Kominfo perlu menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks,” ungkap Ferdinandus, dilansir dariinet.detik.com.

Kominfo pun telah membuat peraturan terkait produk permainan interaktif sebagai bagian dari perhatian pemerintah melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Elektronik. Kementerian Kominfo mengembangkan klasifikasi dan membagi ketentuan penggunaan menurut kategori konten dan kelompok usia pengguna.

Pembagian kelompok usia terdiri dari lima kelompok, yaitu (1) kelompok usia 3 (tiga) tahun atau lebih; (2) kelompok usia 7 (tujuh) tahun, atau lebih; (3) kelompok usia 13 (tiga belas) tahun, atau lebih; (4) kelompok usia 18 (delapan belas) tahun, atau lebih; dan (5) kelompok semua usia. Khusus permainan elektronik, pengguna yang berusia 13 tahun ke bawah tidak diperbolehkan karena adanya konten kekerasan. Namun, bila berumur 13 tahun ke atas masih dapat memainkannya, dengan batasan tertentu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of