TYLOO GAGAL DI ESL ONE COLOGNE 2019 , XCCURATE MULAI TURUN PERFORMA ???

Kabar buruk datang bagi para penggemar csgo dan fans tim Tiongkok-Indonesia TYLOO.  Tahun 2019 bukan periode yang baik untuk tim CS:GO TyLooBnTeT Cs.  kembali gagal menunjukkan performa terbaiknya dan harus merelakan slot tiket ke ajang main event ESL One Cologne 2019 lepas dari genggaman usai takluk 1-3 dari tim Korea Selatan, MVP.PK di partai final Asia Closed Qualifier. Kegagalan ini menjadi rentetan buruk TyLoo di beberapa turnamen CS:GO terakhir yang mereka ikuti.

Ini akan jadi kali pertama MVP.PK menginjakkan kaki di Cologne, Jerman sejak edisi ESL One Cologne pertama kali digelar pada tahun 2014 lalu.

Partai grand final merupakan ulangan bagi keduanya, setelah bertemu di upper-bracket. MVP.PK yang tampil lebih solid dan sabar berhasil meredam permainan TyLoo yang terkenal agresif. MVP.PK berhasil memaksa TyLoo turun ke lower-bracket dengan kemenangan 2-1 (13-16;16-11;16-7). Permainan TyLoo sedikit membaik dengan menyapu bersih seluruh gim di tiga pertandingan lower-bracket.

Perjalanan mereka sangat mulus di babak kualifikasi tertutup. Di ronde pertama, tim asal Korea Selatan ini juga membabat habis satu-satunya tim Indonesia yang tersisa, yaitu tim Recca Esports dengan skor telak 2-0. Perjalanan MVP.PK sangat mulus, dengan mengalahkan semua tim jagoan Asia, mulai dari BOOTSingapura, dan TYLOO dalam 2 kali pertandingannya.

BACA JUGA  : TEAM INDONESIA DI TAKUTI DI PMCO ???

Setelah mengalahkan BOOT, mereka berhasil masuk ke babak final perebutan kursi ESL One Cologne 2019. TYLOO sendiri datang dari lower bracket setelah mengalahkan BOOT. Dengan datang dari upper bracket, MVP.PK mendapatkan keuntungan unggul 1 map.

Namun sayang sekali, Hansel “BnTeT” Ferdinand dan kawan-kawan tidak berhasil menahan permainan tim Korea Selatan tersebut yang membuat mereka harus merelakan kursi ESL One Cologne 2019 kepada MVP.PK.

Kegagalan TyLoo menembus ESL One Cologne 2019 menambah panjang deretan hasil kurang menggembirakan yang belakangan diperoleh tim asal negeri tirai bambu tersebut. Berbagai langkah sudah dicoba TyLoo, mulai dari bootcamp, rombak personil, hingga gonti-ganti pelatih, namun belum juga membuahkan hasil yang positif. (AL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of