10 Film Dokumentari Terbaik Mengenai Dunia Esports.

10 Film Dokumentari Terbaik Mengenai Dunia Esports.

E-Sports telah menjelma jadi fakta sejarah bagaimana dunia mengenal kompetisi game yang begitu ‘mewabah‘ ke segala lapisan masyarakat. Dari berbagai belahan dunia, ajang turnamen game berskala kecil hingga kaliber internasional menjadi konsumsi nikmat pecinta aspek kompetitif intens yang tersaji.

Berikut film-film dokumenter yang teersaji:

1. True Life: I’m a Gamer (2003)

Sebelum mengenal sosok eSports Idol seperti FakerKurokyDendiLemonJessNoLimit atau siapapun yang populer dewasa ini, maka banyak gamer telah lebih dulu mengidolakan figur bernama Johnathan ‘Fatal1ty‘ Wendel. Namanya begitu mentereng di era tahun 2000-an dengan sukses mendominasi berbagai game, khususnya kompetisi bergenre FPS. Disepanjang karir, dia sudah mengoleksi total 12 titel gelar juara dunia dari cabang-cabang seperti Counter-StrikeCall of Duty, dan Quake III Arena.

Namanya begitu mentereng di era tahun 2000-an dengan sukses mendominasi berbagai game, khususnya kompetisi bergenre FPS. Sejauh karirnya, dia sudah mengoleksi total 12 titel gelar juara dunia dari cabang-cabang seperti Counter-StrikeCall of Duty, dan Quake III Arena.

 

2. (2007) King of Kong: A Fistful of Quarters

Film ini mengisahkan seorang sosok gamer asal AS yang sempat dijuluki player game arcadeterbaik sepanjang masa, dengan berbagai rekor skor tertinggi untuk sejumlah game selama hampir satu dekade lamanya. Billy ‘The King‘ Mitchell catat rekor skor tertinggi pertama kalinya di tahun 1982 pada game Donkey Kong, lalu kembali melampauinya di tahun 2004 dan 2010, sebelum akhirnya pensiun.

King of Kong: A Fistful of Quarters kisahkan perjalanan Steve Wiebe yang berupaya untuk kalahkan skor tertinggi milik Billy Mitchell di game Donkey Kong. Sampai pada akhirnya sang murid mampu tundukkan ‘the masters‘ dan cetak rekor baru. Bernama lengkap William James Mitchell, Jr. Di tahun 2016, MTV memilih Mitchell sebagai salah satu dari ‘The 10 Most Influentioal Video Gamers of All Time‘.

 

3. FOCUS: A Documentary (2010)

Mahasiswa Art Center of Design Steve Hwang, di Pasadena California, mencoba penjabaran kompetisi game fighting melalui kacamata seorang player Street Fighter IV asal AS, Mike Ross. Dengan mencantumkan kisah hidup Mike Ross mulai sejak dia kecil, hingga melakukan perjalanan dari turnamen ke turnamen, sampai pada akhirnya tembus pencapaian tertinggi di Evolution World Championship 2010 (EVO).

FOCUS: A Documentary menunjukkan jalur yang ditempuh oleh Mike Ross tidaklah semulus apa yang dibayangkan oleh para fans, karena dia mulai menempa mental bertanding dan kemauan keras untuk menang sejak masih berusia dini dalam bimbingan semua kakak laki-lakinya. Tersirat pula bagaimana Mike atasi berbagai tekanan untuk mempertahankan idealisme dan tetap menggeluti profesi yang dipilihnya.

 

4. STATE OF PLAY (2013)

Sejak StarCraft pertama kali rilis di Korea, game ini menjadi hiburan digital paling sering dimainkan oleh muda-mudi negeri Ginseng ini di luang waktu mereka. State of Playmenggambarkan secara detil bagaimana kiprah ketiga player StarCraft, yakni Lee Jae DongKim Joon Hyuk (semi-pro), dan Park Yo Han (amatir).

Dengan durasi 85 menit, film ini tidak hanya layaknya dokumenter biasa yang tonjolkan nuansa kompetisi intens para player pro saat bertanding, namun juga mengupas sisi pengorbanan dan tujuan hidupyang ingin digapai oleh seorang gamer profesional.

 

5. Play Bravely (2013)

Sebuah film dokumenter yang mengikuti alur kisah perjalanan dari player Counter-Strike, Jonatan ‘Devilwalk‘ Lundberg, yang bermain untuk tim Fnatic. Kita bisa mengetahui suka-dukanya menjadi gamer profesional, dan lebih terpenting lagi hal apa yang harus siap kita korbankan sebelum mencapainya.

Obyek kompetisi yang dikisahkan pada film ini adalah sebuah turnamen dengan hadiah terbesar yang pernah ia dan timnya rasakan melalui rentetan perjuangan di tiap pertandingan. Ini juga membuka sedikit rahasia mengenai filosofi serta mindset yang tertanam pada setiap anggota tim Fnatic saat itu.

 

6. The Celebrity Millionaires of Competitive Gaming (2014)

Judul film ini mengimplikasikan pesatnya perkembangan eSports selama satu dekade terakhir. Sebagai rumah produksi yang menggarap film ini VICE, lebih tertuju dengan League of Legends sebagai kapasitasnya menjadi game paling banyak dimainkan di seluruh dunia.

Banyak hal yang bisa ditemukan dalam film ini, meski agak sulit bagi yang belum pernah memainkan LoL, karena masyarakat luas telah lama dibutakan oleh persepsi keliru mengenai hobi bermain game. Faktanya, melalui film ini, para gamer dan tim pro yang mengukir prestasi di turnamen-turnamen internasional terbukti memperoleh banyak hal positif, mulai dari kepopuleran sekaligus uang berlimpah.

 

7. Free to Play: The Movie (2014)

Ada tiga pemain profesional DOTA 2 yang menjadi perbincangan dalam film dokumenter ini, yakni Benedict LimDanil Ishutin, dan Clinton Loomis. Semua latar belakang kehidupan dari ketiga pemain tersebut dijabarkan secara bertahap mulai sejak kecil, bersama keluarga, hingga akhirnya menuju tahapan tertinggi di The International, dengan iming-iming hadiah senilai $1juta dolar AS.

Pemutaran perdana film ini bersamaan dengan berlangsungnya The International 3, bulan Agustus 2013 silam. Menariknya, ragam isu dan problema yang melatari kehidupan ketiga player tersebut menjadi bumbu jauh lebih memikat ketimbang kisah sukses mereka dalam scene DOTA 2.

 

8. All Work All Play (2015)

Sang sutradara,Patrick Creadon, sepertinya sangat meyakini adanya potensi besar mendalami eSports, sebagaimana diimplikasikan pada rangkaian scene melalui film garapannya bertitel lengkap, ‘All Work All Play: The Pursuit of Esports Glory‘.

Bercerita tentang sejumlah tim pro yang berlaga di salah satu turnamen League of Legends besutan Electronic Sports League (ESL). Kehadiran tim Cloud9 yang merupakan tim kuda hitam dan selalu diragukan dapat tampil maksimal di ajang internasional menjadi kontradiktif dengan tim GE Tigers, yang telah menjadi tim kebanggaan Korea Selatan yang diperlakukan bak selebritis oleh para fansnya.

 

9. The Foreigner (2016)

The Foreigner berlatar cerita seputar StarCraft II: MLG Columbus 2011, dan bagaimana ajang ini menjadi pertama kalinya pemain pro asal Korea Selatan, yang notabene sudah digadang-gadang sebagai gudangnya bakat eSports dunia, akan berhadapan dengan ‘pemain asing‘ (foreigners).

Di era itu, satu-satunya pemain non-Korea yang dianggap memiliki kemampuan setara dengan para pemain top SC2 hanyalah sosok Greg ‘IdrA‘ Fields, dan menjadi harapan terakhir bagi mayoritas penonton di MLG Columbus. Meski sempat mengawalinya secara baik dengan mampu lolos group stage dan melaju ke babak playoff (8 besar), namun drama terjadi ketika IdrA telah unggul dan hampir pasti menang atas Mun ‘MMA‘ Seong Won, dirinya malah forfeit lalu meninggalkan booth-nya begitu saja, tanpa memberikan respon apa-apa.

Meski disanjung sebagai player SC2 yang miliki kemampuan macro mumpuni serta pemahaman mendalam terhadap mekanisme game, IdrA juga terkenal serampangan dan suka memberontak serta melakukan trash talking kepada pemain lain, yang seakan tak ingin dirinya terikat pada suatu peraturan apapun.

10. True Sight: The International Finals 2017

Yang terakhir kami sajikan salah satu episode terbaik dari True Sight, yakni ‘The International Finals 2017‘. TRUE SIGHT sendiri merupakan rangkaian video atau film yang mengungkap kisah di balik perjuangan para tim pro DOTA 2.

Episode ini menyajikan clash antara dua tim finalis The International 7Team Liquid versus Newbee. Suasana tegang dan persaingan intens antara kedua tim sepanjang musim akhirnya tertuntaskan pada drama final bernilai $10juta dolar AS tersebut. Di luar dari pesta kemenangan Team Liquid, film ini pun menampilkan suasana bilik tim Newbee yang nampak kelam dan terbalut kesedihan mendalam.

 

sumber: esports.id

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of